Akuntansi & Pembukuan KBLI 03211 Risiko Sedang

Akuntansi Perikanan & Budidaya

Usaha perikanan dan budidaya mengelola aset biologis berupa ikan atau udang yang memerlukan biaya pakan signifikan dan risiko mortalitas. Siklus budidaya dari benih hingga panen membutuhkan pencatatan biaya yang akurat untuk menghitung HPP per kilogram. Arunika Consulting membantu pelaku budidaya perikanan menerapkan akuntansi sederhana sesuai SAK EMKM.

Tarif Pajak

-

Tingkat Risiko

Sedang

Omzet Tipikal

Rp 100 juta - 4,8 Miliar per tahun

Tantangan Umum

Aset Biologis Ikan/Udang

Ikan dan udang tumbuh dan bertambah nilai, namun valuasi di SAK EMKM dapat menggunakan biaya historis.

Mortalitas dan Kehilangan

Kematian ikan perlu dicatat sebagai kerugian dan mengurangi populasi aset biologis.

Biaya Pakan Dominan

Pakan merupakan komponen biaya terbesar (60-70%) yang harus dilacak per kolam/tambak.

Estimasi Populasi

Menghitung jumlah ikan hidup sebelum panen sulit, memerlukan sampling dan estimasi.

Solusi Kami

1

Kartu Kolam/Tambak

Pencatatan biaya per kolam: benih, pakan, obat, tenaga kerja, dan biaya air untuk HPP per lokasi.

  • HPP per kg akurat
  • Kolam profitable teridentifikasi
  • Efisiensi pakan terukur
2

Pencatatan Mortalitas

Tracking kematian ikan dengan estimasi penyebab untuk perhitungan kerugian dan perbaikan manajemen.

  • Kerugian tercatat
  • Analisis penyebab
  • Pencegahan mortalitas
3

Analisis FCR (Feed Conversion Ratio)

Perhitungan rasio pakan terhadap pertumbuhan ikan untuk evaluasi efisiensi pemberian pakan.

  • Efisiensi pakan
  • Biaya terkendali
  • Keputusan jenis pakan

Regulasi Terkait

SAK EMKM

Standar Akuntansi Entitas Mikro Kecil dan Menengah

Kerangka pelaporan sederhana untuk usaha perikanan skala UMKM.

PSAK 69

Agrikultur

Standar untuk aset biologis ikan dan hasil panen, relevan untuk referensi valuasi.

PSAK 14

Persediaan

Pencatatan hasil panen ikan sebagai persediaan dan penentuan HPP.

Butuh Bantuan untuk Bisnis Akuntansi Perikanan & Budidaya?

Konsultasikan kebutuhan pembukuan dan perpajakan bisnis Anda dengan tim profesional kami. Gratis konsultasi awal.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Pertanyaan Umum (FAQ)

Bagaimana mencatat ikan yang masih dipelihara?

Ikan yang belum panen dicatat sebagai aset biologis dengan nilai akumulasi biaya (benih + pakan + biaya lain). Saat panen dipindah ke persediaan.

Bagaimana menghitung HPP per kilogram ikan?

Total biaya per kolam (benih, pakan, obat, tenaga kerja, biaya air) dibagi dengan total kilogram hasil panen menghasilkan HPP per kg.

Apakah kematian ikan dicatat sebagai kerugian?

Ya. Mortalitas mengurangi nilai aset biologis dan diakui sebagai beban kerugian pada periode kejadian.

Apakah Arunika Consulting melayani pembukuan untuk semua jenis usaha?

Ya, kami melayani pembukuan untuk berbagai jenis usaha mulai dari UMKM, CV, PT, hingga perusahaan dengan struktur kompleks. Sistem kami disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis Anda.

Bagaimana proses pengerjaan pembukuan bulanan?

Proses dimulai dengan pengumpulan dokumen transaksi (faktur, rekening koran, dll), pencatatan ke sistem akuntansi, rekonsiliasi, hingga penyusunan laporan keuangan bulanan. Semua dapat dilakukan secara online.

Apakah laporan keuangan yang dibuat sesuai standar?

Ya, laporan keuangan kami disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia, termasuk SAK EMKM untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Berapa lama waktu pengerjaan laporan keuangan?

Untuk pembukuan bulanan rutin, laporan dapat selesai dalam 5-7 hari kerja setelah dokumen lengkap diterima. Untuk rekonstruksi atau financial review, waktu pengerjaan disesuaikan dengan kompleksitas data.

Apakah data keuangan saya aman?

Kerahasiaan data klien adalah prioritas utama. Kami menerapkan protokol keamanan data dan terikat kode etik profesi konsultan pajak dalam menjaga kerahasiaan informasi klien.