Akuntansi & Pembukuan KBLI 56102 Risiko Sedang

Akuntansi Cloud Kitchen

Cloud kitchen atau ghost kitchen menjalankan multi-brand dari satu dapur dengan penjualan dominan melalui agregator delivery (GoFood, GrabFood, ShopeeFood). Akuntansi harus mampu melacak food cost dan margin per brand, serta memperhitungkan komisi agregator yang memangkas pendapatan. Arunika Consulting membantu cloud kitchen menata pembukuan agar profitabilitas per brand terlihat jelas.

Tarif Pajak

-

Tingkat Risiko

Sedang

Omzet Tipikal

Rp 300 juta - 10 Miliar per tahun

Tantangan Umum

Multi-Brand dari Satu Dapur

Satu dapur menjalankan 3-5 brand berbeda, perlu alokasi biaya dan tracking margin per brand.

Komisi Agregator Besar

Platform delivery memotong 20-30% dari penjualan, mempengaruhi margin dan pengakuan pendapatan.

Pendapatan vs Pembayaran Settlement

Penjualan diakui saat order, tetapi settlement dari agregator baru masuk 7-14 hari kemudian.

Solusi Kami

1

Profit Center per Brand

Menyusun struktur akun yang memungkinkan tracking pendapatan, food cost, dan margin per brand secara terpisah.

  • Brand profitable jelas
  • Keputusan pivot cepat
  • Resource allocation tepat
2

Rekonsiliasi Agregator

Matching transaksi order dengan settlement pembayaran dari setiap platform agregator.

  • Pendapatan akurat
  • Komisi terkontrol
  • Cash flow visibility
3

Food Cost Bersama

Alokasi biaya bahan baku yang dipakai bersama ke masing-masing brand berdasarkan pemakaian resep.

  • Costing per menu tepat
  • Efisiensi dapur
  • Pricing optimal

Regulasi Terkait

SAK EMKM

Standar Akuntansi Entitas Mikro Kecil dan Menengah

Kerangka pelaporan sederhana untuk cloud kitchen skala UMKM.

PSAK 23

Pendapatan

Pengakuan pendapatan penjualan makanan melalui platform agregator dan direct order.

PSAK 14

Persediaan

Pencatatan bahan baku dan valuasi food cost per brand.

Butuh Bantuan untuk Bisnis Akuntansi Cloud Kitchen?

Konsultasikan kebutuhan pembukuan dan perpajakan bisnis Anda dengan tim profesional kami. Gratis konsultasi awal.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Pertanyaan Umum (FAQ)

Bagaimana mencatat pendapatan dari agregator?

Pendapatan diakui gross (harga menu penuh), komisi agregator dicatat sebagai beban. Ini memberikan visibilitas total penjualan dan biaya marketing/komisi.

Apakah perlu laporan keuangan terpisah per brand?

Tidak wajib, tetapi sangat disarankan. Laporan per brand membantu evaluasi performa dan keputusan apakah brand perlu dipertahankan atau ditutup.

Bagaimana mengalokasikan gaji koki ke brand berbeda?

Jika koki mengerjakan semua brand, alokasi berdasarkan proporsi order atau proporsi revenue. Jika dedicated, langsung charge ke brand tersebut.

Apakah Arunika Consulting melayani pembukuan untuk semua jenis usaha?

Ya, kami melayani pembukuan untuk berbagai jenis usaha mulai dari UMKM, CV, PT, hingga perusahaan dengan struktur kompleks. Sistem kami disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis Anda.

Bagaimana proses pengerjaan pembukuan bulanan?

Proses dimulai dengan pengumpulan dokumen transaksi (faktur, rekening koran, dll), pencatatan ke sistem akuntansi, rekonsiliasi, hingga penyusunan laporan keuangan bulanan. Semua dapat dilakukan secara online.

Apakah laporan keuangan yang dibuat sesuai standar?

Ya, laporan keuangan kami disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia, termasuk SAK EMKM untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Berapa lama waktu pengerjaan laporan keuangan?

Untuk pembukuan bulanan rutin, laporan dapat selesai dalam 5-7 hari kerja setelah dokumen lengkap diterima. Untuk rekonstruksi atau financial review, waktu pengerjaan disesuaikan dengan kompleksitas data.

Apakah data keuangan saya aman?

Kerahasiaan data klien adalah prioritas utama. Kami menerapkan protokol keamanan data dan terikat kode etik profesi konsultan pajak dalam menjaga kerahasiaan informasi klien.